Home » ARTIKEL » Cara Efektif Merekrut calon Sales Potensial
Cara Efektif Merekrut calon Sales Potensial

Cara Efektif Merekrut calon Sales Potensial

Jika bicara Recruitmen calon sales, saya yakin setiap sales leader punya ceritanya masing2 , mulai dari kesulitan kesulitan merekrut team sales, kegeraman karna sudah capek capek di ajari tiba tiba resign, sampai “kelucuan” orang yang tidak perform tidak bisa diberhentikan dan tidak mau resign-resign, dan lain sebagainya.

Saya sendiri juga punya banyak sekali pengalaman pengalaman dalam merekrut sales yang lucu lucu mulai dari kepedean seorang calon Sales yang merasa sudah pasti diterima karena merasa “titipan” salah satu direksi, kepasrahan calon salesman ketika di Interview, kebohongan-kebohongan yang ketahuan dari calon salesman, sampai dengan pengalaman ketika saya harus terpaksa “mengimpor” salesman dari Jawa ketika saya di tugaskan di salah satu kota di Kalimantan. Dari banyak case-case diatas yang saya pastikan banyak teman-teman lain rasakan juga, kesimpulannya memang hanya satu, betapa melelahkan dan begitu banyaknya membuang waktu ketika kita harus merekrut team sales. belum lagi pada saat yang sama Angka yang di kejar tetap no Excuse untuk di capai walaupun Team Tidak lengkap

Banyak dari kita sepakat bahwa melakukan sales rekrutmen memang cukup melelahkan dan membuang waktu.walaupun disisi lain seperti halnya terjadi di dunia HR bahwa merekrut orang yang tepat selalu sulit walaupun pada kenyataannya kandidat diluar sana juga sebenarnya sangatlah banyak.

Khusus dalam hal merekrut Sales team, selama ini banyak para sales Leader baik dari level Manager sampai dengan Director biasanya merasakan hal yang kurang lebih sama, yaitu diantaranya :

1. kok Rasanya sulit sekali mencari orang sales yang cocok dan sesuai dengan yang diinginkan, seringkali membuang waktu, membuang Tenaga dan tidak jarang juga membuang biaya tentunya.
2. Cari orang sales harus dari industri atau bidang yang sama, contohnya jika jualan Handphone maka maunya merekrut orang yang berpengalaman di bidang Handphone, atau yang biasa jualan alat-alat bahan bangunan, harus cari Sales yang punya pengalaman yang sama. khusus dalam hal ini setiap sales yang pindah tentunya request gaji yang lebih tinggi dari tempat sebelumnya yang terkadang juga menimbulkan masalah baru karena gaji di perusahaan barunya pasti lebih tinggi dari Sales senior yang ada di perusahaan tersebut.
3. Sering di suatu Industri kita melihat salesman yang cukup “mengkilat” di kompetitor, kemudian di bajak, namun setelah beberapa lama ternyata di tempat kita tidaklah bisa perform, entah kenapa masalahnya, sudah dibayar lebih tinggi dengan harapan kontribusi yang lebih tinggi pula namun kenyataannya malah sebaliknya.
4. Yang lebih sering terjadi juga adalah Salesman yang di awal terlihat menggebu-gebu, bersemangat, dan cukup menjanjikan tiba-tiba masuk bulan ke-dua atau ketiga tiba-tiba mengajukan resign…, hmm… ini juga sebetulnya ada masalah pada bagian rekrutmentnya.

Kondisi-kondisi tersebut diatas memang tidak bisa di pungkiri, tapi tahukah Anda bahwa sebetulnya ada cara Alternatif yang bisa dilakukan untuk melakukan Proses rekrutmen Sales yang Potensial dengan waktu yang relatif efisien.

Saya selalu berpendapat bahwa untuk mendapatkan seorang Salesman yang potensial untuk sukses, orang tersebut haruslah memiliki 4 hal berikut : 1. Memiliki Komunikasi yang baik, 2. Memiliki Daya Analisis yang kuat, 3. Punya positive mental Attitude dan 4 tentunya punya Karakter. untuk lebih jelasnya saya pernah juga sharingkan Artikel yang khusus membahas mengenai hal ini Disini. cara yang akan saya sampaikan berikut merupakan salah satu program kami yang kami sebut dengan Synergy Effective Recruitmen System tentunya akan mampu berupaya mencari kandidat dengan kemampuan ke-4 hal diatas dengan Waktu yang relatif jauh lebih efisien, bagaimana caranya mari kita simak penjelasan berikut :

Pola recruit ini memilki 3 bagian, diantaranya Pra Recrutmen, Recruitmen Process dan Post Recruit, sebagian besar kita tidak memperhatikan bagian-bagian ini. Padahal ketiga bagian ini memegang peranan penting untuk mendapatkan Kandidat yang berkualitas, cocok, berkontribusi dan tentunya juga mau bertahan.

Pra Rekrut

Iklan
Pada bagian ini, adalah bagian awal bagaimana kita bisa mendatangkan kandidat Sales potensial yang bagus untuk masuk dan mau melamar ke Perusahaan kita. Fakta yang terjadi adalah Orang-orang bagus hanya mau bekerja di tempat yang bagus juga, dan celakanya adalah Orang tidak bagus pun berbondong-bondong maunya masuk Perusahaan yang bagus. nah yang lebih-lebih celaka lagi.., orang-orang bagus itu biasanya di Jaga baik-baik oleh perusahaan tempat dia bekerja dan si Orang bagus ini tidak akan mau tertarik melamar ketempat lain jika tawaran yang ada tidak benar-benar menarik, dan percayalah yang dimaksud tawaran yang tidak menarik ini tidak selalu di asosiasikan dengan uang. ini yang di sebut Value of Expectation, salah satu rumus Team yang Loyal (khusus mengenai Value of Expectation akan saya sharingkan dalam artikel yang berbeda)

Lalu harus bagaimana dong ? untuk mendatangkan orang-orang bagus tadi untuk mau melamar.ya Simple maka Anda harus punya Iklan yang menunjukan bahwa Perusahaan Anda memang Bagus, Perusahaan Anda menarik, dan Perusahaan Anda adalah yang sesuai dengan Value of Expectation orang yang bagus tadi. buatlah Iklan Anda yang menunjukan hal tersebut, jangan punya Iklan yang Generik seperti : Dicari Sales , pengalaman 2 tahun di bidang alat rumah tangga, kenal distribusi Toko Alat rumah tangga, mampu Komputer, punya pengalaman membina area Jakarta, dll. Saya kira ini tidak akan membuat orang yang bagus akan tertarik. coba Bedakan dengan Iklan yang seperti ini : Anda ingin bisa mengaktualisasikan diri Anda secara maksimal?, Anda orang yang benar-benar Punya pasion untuk jadi seorang pemenang ?, Berani mencoba tantangan Baru? , Kami PT XYZ merupakan Produsen Alat rumah Tangga yang hanya mempekerjakan orang-orang yang spesial, punya Visi, dan ingin menjadi bagian dari Rencana Perubahan Besar Kami di masa datang, yess.. kami membutuhkan Extraordinary Salesman untuk menjadi pemimpin masa depan kami, Anda merasa tertantang ? kirim CV Anda sekarang juga…..

Nah itu hanya salah satu contoh saja, Variasi yang di gunakan bisa bermacam macam, tergantung sebaik Apa perusahaan Anda dan sekreatif Apa Anda bisa menawarkan Value of Expectation di Perusahaan Anda kepada para Kandidat tersebut.

Kenali Spesialisasinya
Jika Anda sudah memulai Iklan Anda dengan cara yang menarik, yang selanjutnya adalah tentunya memilah milah lamaran yang sudah masuk. Mindset kita selalu berfikir bahwa sebaiknya cari yang pengalaman industrinya sama, hal ini tidak sepenuhnya salah tapi terkadang sebetulnya juga menghilangkan potensi mendapatkan kandidat yang bisa jadi lebih potensial.

Saran saya adalah perluas lagi pemilahan berkas lamaran tidak hanya dari pengalaman di industri yg sama tetapi juga yang spesialisasinya sama. Bagaimana maksudnya?

Kami di SynergyCoach Indonesia meyakini bahwa di dunia sales, pasar tidak dibagi menjadi 2 yaitu B2B dan B2C, Di dunia Sales kami meyakini bawa pasar sebetulnya di bagi menjadi 3 spesialisasi market yaitu Direct Chanel, Distribution Chanel dan Industrial Channel, (jika Anda ingin tahu lebih banyak mengenai ini silahkan klik artikel lama saya disini). Nah jika anda ingin mendapatkan kandidat potensial yang lebih luas carilah orang orang yang pengalaman pada spesialisasi yang yang sama tapi mungkin dengan bidang bisnis yang dibawah kita. Mengapa demikian? Karna kemungkinan mendapatkan kandidat terbaik dengan budget yang tidak terlalu tinggi sangat di dimungkinkan disini.

Contoh : misalnya Perusahaan Anda adalah perusahaan Principal produk Bahan Bangunan. Bisnis Anda mensuplai langsung ke banyak toko toko retail. Nah karna spesialisasi Anda adalah di distribution, Ketika Anda mencari sales anda bisa cari yang spesialisasinya sama sepertu contoh ex salesman barang teknik, orang yang berpengalaman di distributor oli misalnya, atau distribusi spare part otomotif, dll. Jadi tidak selalu mereka yang berpengalaman di bidang yang sama

Intinya walaupun background industrinya berbeda tapi spesialisasinya sama itu sebetulnya sudah ok, lebih bagus lagi jika bidangnya lebih dibawah bidang bisnis yang saat ini Anda jalani.

Rekrutmen Process

Ok.. Iklan sudah di lancarkan, kandidat sudah terkumpul dan sudah Anda pilah, saatnya Anda memulai untuk proses rekrutmen. Biasanya jika anda sudah menyortir lamaran yang anda lakukan kemudian adalah memanggilnya untuk interview tentunya ada perusahaan yang mungkin ingin mengadakan psikotes terlebih dahulu. Nah untuk bidang sales anda bisa bayangkan jika ternyata Anda harus melakukan wawancara awal satu persatu dari sekian banyak kandidat pastinya menyita waktu bukan?

Ok… ini yang sebaiknya Anda lakukan. Jika Anda telah mendapat kandidat yang anda sudah pilah saatnya anda melakukan step by step rekrutmen process Anda :

1. Group Interview 1
Ini adalah salah satu model behaviour Rekrutmen, dimana Anda mengumpulkan calon kandidat dalam satu ruangan dan membuat sebuah model rekrutmen yang akan dapat melihat lebih baik lagi calon calon kandidat sales Anda dalam kondisi yang lebih riilnya. Saya sarankan minimal 25 orang dalam satu ruangan dengan durasi sekitar 3 jam. Apa saja yang bisa Anda lakukan ? Berikut step stepnya
– ketika kandidat baru saja tiba berikan sedikit briefing bahwa ini adalah model rekrutmen group jika dalam proses ada yang merasa kurang cocok setalah istirahat atau tepat pada saat itu juga sangat dipersilahkan meninggalkan ruangan untuk tidak mengikuti terus proses ini
_ Setelah itu berikan mereka lembar assesment, saya sarankan berikan assesment yg simple seperti DISC atau dgn alat assesment lain misalnya, biarkan mereka mengisinya terlebih dahulu
– Mulai lah proses rekrutmen dengan memberikan penjelasan singkat tentang Perusahaan, apa saja yang sudah di achieve oleh perusahaan dan apa lagi ambisi Perusahaan, ditambah juga dengan sampaikan budaya perusahaan. Dsb. Intinya ini adalah sesi awal dimana “Anda berjualan” perusahaan Anda di depan para kandidat.
– Selanjutnya jelaskan deskripsi pekerjaan yang ditawarkan, nah di bagian ini langsung kemukakan mengenai spesialisasi pekerjaan sales Anda, Apa saja ekspektasinya dan seperti apa konsekuensinya jika mereka di terima. Pada bagian ini tidak perlu lagi bicara promosi perusahaan tetapi lebih kepada hal yang lebih serius dan mungkin sedikit “pahit”.
– Langkah berikutnya adalah melakukan quick Survey.. coba cek ulang siapa saja yang berpengalaman di spesialisasi yang sama dan yang tidak, siapa saja yang mungkin saja pernah ada di industri yang sama. Dari sini Anda sudah mulai punya gambarandari para kandidat Anda.
– langkah berikut adalah memberikan pertanyaan-pertanyaan dimana pertanyaan tersebut berhubungan dengan pekerjaan yang biasa team anda lakukan berikan pertanyaan pertanyaan yang Fun dan biarkan mereka berebut untuk menjawab, sebelum mereka menjawab minta mereka untuk “Mengiklankan” diri mereka sendiri di hadapan yang lain sebelum menjawab pertanyaan Anda.
– contoh pertanyaan bisa seperti “Bagaimana jika Anda menerima komplain keras dari pelanggan yang menurutnya Anda tidak sesuai janji?, atau pertanyaan lain seperti “jika kondisi penjualan sudah serba mentok hal kreatif apa yang bisa Anda lakukan untuk hal ini ?” Dsb buatlah pertanyaan- pertanyaan yang ringan dan cukup Fun.
– Ketika mereka menjawab ada dua dari 4 hal syarat salesman sukses yang bisa Anda Amati yaitu Komunikasi dan daya Analyisis, tidak jarang karakter calon kandidat pun terlihat di situ. Perhatikan bagaimana mereka berkomunikasi mulai dari mengiklankan dirinya sampai dengan menjawab pertanyaan Anda, selain itu perhatikan kualitas jawaban mereka secara cermat, tidak usah terlalu hiraukan isinya tetapi lihat bagaimana “common sense” / akal sehat / cara berfikir dirinya ketika menjawab pertanyaan Anda.
– Sesi selanjutnya bisa anda lakukan dalam group discussion, mintalah mereka untuk membentuk Group bisa lima atau enam orang per group kemudian biarkan mereka memilih ketua kelompoknya sendiri. Nah ini proses yang menarik juga karena ketika pemilihan ketua kelompok silahkan anda perhatikan mana orang orang yang terlihat agresif dan berambisi mana yang tidak, jika ketua sudah terpilih coba tanyakan ke tiap tiap kelompok mengapa mereka memilih ketua yg telah mereka pilih.
– Sesaat setelah mereka membentuk kelompok lemparkanlah sebuah issue atau pertanyaan-pertanyaan minta mereka menjawab perkelompok dan perhatikan dengan seksama prosesnya.
– Setelah anda melewati beberapa proses diatas maka saatnya closing statement sampaikan bahwa proses akan segera berakhir, berikan sedikit motivasi dan sampaikan tenggat waktu proses selanjutnya.

Ketika Anda melakukan langkah langkah diatas Anda akan lebih punya kesempatan melihat kandidat secara natural baik dari segi komunikasi, daya tangkap, superioritas dan inferioritas, serta bagaimana cara mereka saling bekerja sama dan berkompetisi

Bagaimana cara memilih kandidat-kandidat tersebut? Ketika Anda melakukan prses diatas Anda bisa menandai tiap peserta dari tempat duduk maing-masing dan melakukan scoring di kertas yang anda pegang. Silahkan buat scoring sistem yang paling nyaman untuk Anda.

Hal yang menarik adalah dengan melakukan hal ini Anda sudah memangkas waktu rekrutmen Anda untuk 25 orang sekaligus dalam waktu 3 jam…, dengan tentunya tetap memiliki kemungkinan yang besar mendapatkan kandidat yang potensial. bayangkan jika Anda harus menginterview mereka satu persatu.

2. Group Interview 2
Setelah melakukan Group Interview 1 maka selanjutnya Anda melakukan group interview 2 yaitu kandidat berdasarkan penyaringan dari group Interview 1. Dari Group interview 1 tentunya Anda sudah memilih beberapa kandidat yang mungkin dari penilaian Anda dan feeling Anda anda anggap Ok. Dari sekali Group Interview 1 bisa saja Anda mendapatkan 3 sampai 5 atau mungkin lebih kandidat yang Anda pilih.

Dari Kandidat yang Anda sudah pilih coba cocokan hasil assesmentnya. Jadi hasil assesment yang anda proses cukup hasil assesment dari kandidat yang lolos saja. Nah dari hasil tersebut coba Anda lihat apakah memang dari orang yang Anda pilih dari hasil tes assesmentnya merupakan tipe salesman atau bukan. Bagaimanapun juga apapun hasil assesment tersebut semua bergantung kepada keputusan Anda, assesment hanyalah salah satu supporting tools dari proses ini

Biasanya Group interview 1 tidak hanya di lakukan satu kali jika pelamar yang anda pilah sebelumnya cukup banyak, Anda bisa memilih orang orang orang yang masuk ke Group interview kedua dengan mencampurkan calon kandidat dari beberapa sesi Group Interview 1.

Pada group interview kedua ini saya sarankan orang yang di ikutkan kurang dari 10 orang per sesi. hal ini untuk lebih memudahkan Anda dalam memilih Kandidat calon Salesman Anda.

Ok lalu bagaimana proses Group Interview kedua ini ?
– setelah semua kandidat berkumpul ucapkan selamat kepada mereka karena sudah masuk ke Step ini, sekali lagi ingatkan Job desc dan harapan harapan Anda terhadap calon kandidat bial diterima, serta minta mereka untuk kembali mengiklankan diri dan biarkan masing masing mempromosikan diri kenapa Perusahaan harus memilih dirinya. Sekali lagi… ini adalah recruitmen untuk team sales yang tangguh, apabila secara simple mereka tidak bisa mempromosikan dirinya bagaimana akan menjual Produk Anda. Dari step ini Anda akan lebih melihat tingkat kepercayaan diri dari masing masing kandidat.
– Hal selanjutnya adalah lemparkan sebuah issue yang berhubungan dengan dailly Job Anda atau bisa juga case case lainnya. coba cari tahu pendapat mereka, jadilah moderator dan pimpin sebuah adu pendapat. Sekali lagi disini tidak ada yang benar dan salah tentunya kita hanya ingin tahu dari sisi kritis berfikir mereka kemudian dari “common sensenya” dan juga dari seberapa gigihnya mereka mempertahankan pendapat dan strategi-strategi apa yang mereka gunakan untuk mempertahankan pendapatnya. Buatlah dalam beberapa sesi adu pendapat dan percayalah Anda akan dapatkan satu atau beberapa kandidat yg memiliki “satu frekwensi” dengan Anda dan ini bisa menjadi awal yang baik untuk Anda.
– Di akhir sesi, tanyakan kepada masing masing Kandidat ekspektasi apa yang kira kira diharapkan jika mereka di terima kemudian minta pendapatnya untuk mengutarakan strategi strategi singkat apa yang akan dilakukan untuk keberhasilan dirinya jika dia diterima.

Proses ini sebetulnya lebih berfokus melihat lebih baik lagi Karakter / positioning dari kandidat yang ada. Dan juga positive mental attitudenya. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana mereka mempertahankan argumen nya dan bagaimana dia bisa mengolah emosi serta flow berfikirnya. Yang paling penting dan utama dari proses ini adalah buatlah proses tetap dalam kondisi yang Fun dan pastinya Anda akan mendapat calon kandidat yang “satu chemistri” dengan Anda.

Tantangan terbesar biasanya muncul ketika di Group Interview 1 bisa saja lebih banyak kandidat yang pasif atau kandidat bisa jadi 99% kandidat yang dibawah ekpektasi Anda. Hal tersebut sebetulnya tidaklah masalah paling tidak secara proses anda sudah melakukan proses yang cukup efisien. Jangan merasa bosan melakukannya buat group group interview lanjutan jika perlu. Lagipula dari waktu yang terpakai pun sesungguhnya tidaklah banyak.

Personal Interview
Bagi para kandidat yang sudah lolos di Group interview kedua maka saatnya bagi mereka untuk dipanggil lagi di personal Interview. Pada tahap ini silahkan lebih mengenal lagi kandidat Anda dan tidak ada patokan khusus untuk bagaimana Anda melakukan personal interview ini. Silahkan anda lakukan senyaman mungkin dengan gaya anda masing masing. Namun demikan beberapa hal yang mungkin Anda harus cermati juga pada proses ini adalah:
– Cari tahu lebih detail mengenai “Hidden Motivasinya” dan apa yang benar-benar membuatnya memiliki kemauan untuk maju dan belajar di tempat yang baru.
– Cek ulang lagi tentang latar belakangnya apakah menurut penilaian Anda dirinya bisa di develop atau tidak di tempat Anda sekarang terutama dari segi culture perusahaan.
– jika menurut Anda dia kandidat yang memang kemungkinan akan Anda gunakan mulailah bercerita mengenai pekerjaan barunya lebih detail, seperti Area yang akan di handle, seperti apa orang-orang yang akan bekerjasama dengannya, berapa pencapaian sebelumnya dan target saat ini, dsb.

Setelah melewati Proses ini pilihlah kandidat yang menurut Anda cocok untuk menjadi bagian di Team Sales Anda.

Catatan terpenting dari Proses Rekrutmen ini adalah sebagian besar dari kita sangat kuatir dari sisi Skill orang yang akan kita rekrut tidaklah memadai, padahal pada kenyataannya banyak orang-orang yang sebetulnya cukup “Talented” tapi mungkin Skillnya pada saat itu belum memadai namun punya kemampuan adaptif dan kecepatan belajar yang baik. orang-orang seperti inilah yang harusnya Anda rekrut dan tentunya hal itu berhubungan langsung dari faktor Attitudenya, dan dua kali Group Recruitmen diatas adalah salah satu model melihat Attitude Kandidat dalam dunia nyatanya. untk Skill tentunya bisa di upgrade sesuai berjalannya Waktu.

Mendapatkan kandidat seperti yang saya utarakan diatas tentunya dari sisi Investasi bisa jadi belum terlalu tinggi nilainya tapi sangat potensi untuk menjadi baik di kemudian hari. Tapi tunggu dulu…. ke khawatiran lain bagi seorang Sales Leader adalah karena “Argo Target”nya terus berjalan dan mereka pasti sangat Takut jika tidak mendapatkan kandidat dengan Skill yang cukup maka akan berpengaruh akan hasil penjualannya. Nah jika pembahasannya sudah sampai disini percayalah justru si Sales Leadernya lah yang harus mengugrade diri untuk bisa melakukan Coaching terhadap Teamnya sehingga team barunya bisa punya percepatan belajar yang cepat. untuk hal tersebut Anda bisa baca artikel saya disini.

Post Rekrutmen Proses

Kebanyakan dari kita merasa begitu sudah mendapat Team Salesman baru, dianggap PR sudah selesai. saya ingatkan kepada para sales Leader bahwa hal itu benar-benar Keliru.Pada Proses Post rekrutmen ini sebetulnya proses rekrutmen masih berlangsung. yaitu dengan 3 tujuan utama diantaranya : 1. Memastikan Team Baru Anda bisa segera Klik dengan pekerjaannya, 2. Memastikan dirinya bisa cepat Produktif, dan 3.tentunya memastikan bahwa yang bersangkutan tetap betah dan termotivasi di tempat barunya. Nah.., untuk melakukan hal tersebut hal-hal apa yang kiranya harus Anda perhatikan ?

1. Bantu buatkan Project List as New Comer
Biasanya untuk setiap Karyawan Baru perusahaan pastinya ada program-program yang harus diikuti dari HRD, Program ini tentunya bagian dari masa orientasi karyawan. Hal yang sama harusnya dilakukan juga di Team Sales Anda. sesaat Anda merekrutnya Anda pasti sudah punya gambaran/ feeling blank Spot mana dari Team baru Anda yang harus Anda segera isi. Nah untuk itu penting untuk membuat Project List bagi dirinya agar bisa segera Fill in di Team Anda. aturlah jadwal-jadwal Meeting setiap 3 hari sekali, atau 4 hari sekali atau seminggu sekali selalu di jam yang sama sesuai kebutuhan Anda , diskusikan terlebih dahulu dengan dirinya hal-hal yang Anda minta Improve, apa-apa yang harus dilakukan kemudian buat kesepakatan bersama. baik dalam bentuk Action, dan time framenya. dan selalu update di tiap-tiap jadwal personal meeting tersebut baik Progress maupun New Tasknya.

Contoh Konkretnya adalah : misalnya Perusahaan Anda adalah Supplier Pompa Industri, dan Anda baru saja mendapatkan Sales yang berlatar belakang Sales Bahan baku Baja misalnya. setelah melalui diskusi di dapatkan sebuah kesepakatan bahwa hal-hal yang kurang diantaranya : Product Knowledge, pengetahuan Segmentasi Pasar, & Database customer lama, nah dari kesimpulan itu kemudian Anda menetapkan beberapa Actionplan yang di sepakati diantaranya : Akan membuat 10 List Pertanyaan beserta Jawabannya perhari yang berhubungan dengan Product Knowledge, kemudian mempelajari Segmentasi pasar dengan mulai melakukan Listing new Prospect minimal 20 Customer, dan mencoba menghubungi, dan bertemu untuk berkenalan dengan Customer lama Anda. Nah ketiga Project List inilah yang fokus untuk terus menerus Anda sebagai Sales Leader monitor. lihat prosesnya, perhatikan percepatan belajarnya dan yang terpenting nilai Kemauan belajarnya. dengan melakukan ini Anda dan team akan sama-sama mendapatkan proses positif selama masa adaptasinya di Team Anda.

2. Berikan Apresiasi yang Pas
Ketika menjalankan proses di poin pertama diatas pastikan Anda juga menetapkan bentuk bentuk apresiasi yang pas kepada team baru anda, terutama sekali ketika action plan yang direncanakan sudah berjalan dengan baik, hal ini penting untuk dirinya merasa diterima di tempat baru dan di hargai oleh atasannya.
Namun disisi lain pastikan Anda juga memberikan teguran teguran yang proporsional setiap project List yang dilaksanakan dibawah target yang diinginkan. Ingat bahwa kedewasan dan pola mengayomi anak buah Anda sangat sangat di butuhkan disini.

Untuk seorang Sales Leader yang berangkat murni dari orang lapangan sepertunya hal ini sedikit ribet dan menyusahkan, tapi percayalah bahwa hal ini merupakan bagian dari Leadership Development Anda

3. Mulai Perhatikan Produktifitasnya
Hal selanjutnya yang dari kedua poin diatas tentunya mengenai Produktifitas. Anda harus mensetting waktu yang di sepakati oleh team baru Anda kapan dia Wajib mulai produktif. Ini hal yang krusial karena at the End orang sales ujung ujungnya harus produktif nah untuk itu team baru Anda harus bisa menunjukannya.

Anda sebagai Leader tentunya punya hak preogratif mengenai hal ini tapi tentunya Anda tetap harus memulai untuk melakukan Preassure Management terhadap team Anda mulai saat yang telah anda dan team baru anda tentukan.

4. Lakukan Personal Alignment ulang setelah 3 bulan.
Pada tiga bulan pertama sebaiknya Anda dan team baru Anda mengadakan improvement meeting atau yang disebut dengan personal Alignment, waktu 3 bulan merupakan salah satu option saja, Anda boleh menetukan sendiri waktu yang Anda kira cukup pantas dan nyaman untuk melakukan ini.

Inti dari personal alignment adalah saling introspeksi apakah Anda merasa nyaman dan melihat team Anda bisa dikembangkan atau tidak. Begitupun sebaliknya. Bisa dibilang ini adalah saatnya anda dan team Anda untuk saling mengevaluasi diri.

Nah pertanyaan menarik lainnya adalah begini, bagaimana jika saya menilai untuk menilaiperformance seoran sales di butuhkan waktu lebih dari tiga bulan karena karakter industrinya sebagian besar merupakan project project yang dealing timenya cukup lama, sementara aturan perusahaan mengatakan si Karyawan Wajib diangkat menjadi karyawan tetap setelah 3 bulan ?

Ini pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh salah seorang klien, saya hanya bisa menganjurkan ketika personal Interview proses sampaikan di awal bahwa jika 6 bulan anda tidak puas maka yang bersangkutan secara gentlement Agreement harus bersedia mengundurkan diri walaupun sudah karyawan tetap, sehingga ketika masuk bulan ke enam ketika anda melakukan personal Allignment dan Anda tidak puas dengan kinerjanya Anda bisa langsung memintanya untuk mundur. Tapi sekali lagi ini harus disampaikan didepan.

Baik, demikian yang bisa saya sharingkan ke Anda kali ini, jika Anda ingin berdiskusi lebih jauh mengenai hal ini atau problem team sales Anda lainnya Anda bisa menghubungi kami di www.synergycoachindonesia.com atau di www.wahyu-purnomo.com

Selamat mencoba merekrut Team Anda dengan cara yang baru……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*