Home » ARTIKEL » Mengasah Positive Awareness

Mengasah Positive Awareness

positiveSebuah pertanyaan yang kerap kali muncul di setiap Training-training Internal sales saya adalah ; “Pak, saya kok suka mood-moodan ya?,” atau “Pak, gimana caranya bisa menjaga motivasi kita biar selalu semangat jualan ?”, “Waduh Pak, kalo mau telpon orang ini, saya biasanya grogi & kuatir kena omel lagi…,” dll dll.

Beberapa pertanyaan di atas merupakan pertanyaan-pertanyaan wajar, karna pekerjaan sales yang pastinya cukup complicated kadang memang di butuhkan ketahanan mental yang lebih besar daripada profesi lainnya…, nah… inilah sebetulnya inti dari jawaban-jawaban pertanyaan diatas. yaitu kita sebagai seorang Salesman Wajib hukumnya untuk  menjaga ketahanan mental untuk selalu stay positive. agar bisa terus menerus menjaga motivasi dan mampu menghadapi semua tantangan yang ada.

Banyak Training/seminar / workshop selalu mengajarkan untuk selalu bisa berfikir positif, Buku-buku yang bicara berfikir positif pun sudah sangat banyak sekali beredar. tidak jarang pula kita ketika  menghadiri sebuah seminar/training kita langsung terpengaruh untuk menjadi positif, namun beberapa waktu kemudian kembali kehilangan “power” kita untuk berfikir positif lagi setelah sekian lama. bagaikan sebuah Batere Handphone, ketika powernya sudah drop, maka satu-satunya jalan untuk bisa bangkit kembali adalah harus di charge ulang. Memang tidak ada hal yang salah dengan ini namun akan jauh lebih baik lagi jika kita bisa menjadi Generator Positive mindset bagi diri kita sendiri, terlebih bagi orang lain

Untuk Salesman yang kreatif, banyak cara untuk menjaga ketahanan mentalnya untuk tetap “Stay Positive”, pastinya bukan dengan meminum minuman Elektrolit seperti di iklan-iklan teve hehehe…, melainkan bagaimana si Salesman tetap terus mencari inspirasi, bacaan-bacaan serta berteman dengan orang-orang yang juga positif.

Saya selalu percaya bahwa kemampuan seseorang untuk memiliki Mindset positif merupakan Bahan Bakar bagi kesuksesan orang tersebut, ibarat sebuah Mobil, secanggih apapun mobil tersebut, jika tidak ada bensinnya tidak mungkin bisa berjalan, begitu juga dengan kualitas bensinnya, semakin tinggi kualitasnya maka semakin baik performanya, Seorang Salesman yang punya skill tinggi sekalipun, tanpa memiliki ketahanan mental yang baik dan positif pasti tidak akan maksimal prestasinya.

Sebagai seorang Salesman yang baik, sangat penting kiranya untuk menyadari bahwa kemampuan kita untuk selalu menjadi positif tidak boleh selalu di pengaruhi oleh hal-hal di luar kita, seperti ketergantungan untuk selalu di motivasi oleh atasan, bergaul selalu dengan orang-orang positif, atau pun mendengarkan talkshow-talkshow atau menghadiri seminar-seminar. Hal-hal tersebut penting, bahkan saya kira sangat penting, Namun yamg jauh lebih penting lagi adalah bagaimana kita bisa terus mengasah diri kita sendiri untuk menjadi “Positve Mindset Generator” untuk diri kita sendiri apalagi untuk orang lain.

Nah.., untuk bisa menjadi Positive Mindset Generator saya selalu menganjurkan untuk semua Team saya memahami dan mengasah Positive Awareness kita setiap saat.

Positive Awareness adalah suatu upaya untuk melatih pola & cara berfikir kita untuk selalu menjadi positif. sehingga kita bisa senantiasa menjaga motivasi kita dalam berjualan dan menghadapi-permasalahan yang ada.

Kita selalu meyakini bahwasanya kesadaran yang di lakukan berulang-ulang pastinya akan menjadi kebiasaan, untuk itu untuk merubah kebiasaan kita untuk menjadi positif di perlukan kesadaran untuk melakukan hal-hal yang positif  dari hal-hal yang kecil secara berulang-ulang dan terus menerus, beberapa tips untuk mengasah positive awareness kita bisa dilakukan dengan cara-cara berikut :

1. Selalu berfikir & memandang orang lain, siapapun dia dari sisi positif, ini Hal sepele tapi sulit di lakukan…, misalnya : ketika kita baru menelpon seorang calon prospek yang ketus dan sulit di temui, dalam hati kita mungkin akan langsung berkata ” Waduh kusut nih, orang ini pasti gak bersahabat & Sombong sekali gimana kalo ketemu nanti ya”, pemikiran ini hal yang wajar dan manusiawi itu adalah umpan balik negatif yang secara otomatis muncul dan menimbulkan energi negatif. namun lagi2 dengan kesadaran kita harus mengcounternya dengan hal yang positif ,dan ucapkan dalam hati, ” hmm… mungkin orang ini baru saja di marahi Bosnya jadi ketus begini, okelah sy coba nanti call lagi org tsb”. Lakukan mekanisme counter negatif mindset ini berulang-ulang agar terus menjadi kebiasaan.

2. Selalu berbicara dan berbahasa yang positif kepada siapapun dan kapanpun juga, kesadaran kita untuk selalu berbicara positif mungkin tidaklah terlalu sulit, tapi seringkali kita lupa untuk berbahasa yang positif, bedanya apa ya…? , ya… berbicara positif lebih kepada content/isi, tapi bahasa yang positif lebih kepada cara penyampaiannya/contextnya , contoh ketika pelanggan bertanya ” Mas yang ukuran 500 gr ada gak ya?” jawaban sebagian besar salesman biasanya ” Waduh barangnya kosong Bu, mungkin baru ada sekitar seminggu lagi, itupun belum pasti” nah kalo kita menjwab dengan bahasa positif maka jawabannya adalah : “barangnya ada Bu, tapi belum masuk ke Gudang kami, sudah proses order dan akan available sekitar 1 minggu”, barangnya sama-sama kosong…, tapi image penyampaiannya pasti berbeda, atau ketika pelanggan mengatakan ” Wahh… Bapak gak mau nih yang warna hitam”, sebagian salesman akan kembali bertanya ” kalo yang merah Bapak mau gak ya?”. tapi jika menggunakan bahasa  positif seharusnya ” kalo yang merah Bapak pasti mau juga”, maksud sebetulnya sama-sama bertanya tetapi cara penyampaiannya yang berbeda.

3. Selalu menuliskan hal-hal yang positif, Karna sekarang zamannya twitter dan Facebook, sering sekali kita lihat status-status Salesman yang negatif…, Ini mungkin sepele, tapi percayalah sebaiknya tidak menulis apapun di status-status kita daripada menuliskan  hal-hal yang negatif, apalagi di status BBm, kita bisa bayangkan ketika kita tuliskan status di bbm yang negatif, kemudian akan berkomunikasi dengan pelanggan melalui Bbm kita, pasti sesaat sebelumnya kita ingat status negatif tersebut, yang tentunya sedikit banyak mempengaruhi pikiran kita…, so sebaiknya dari sekarang biasakanlah menulis hal yang positif di manapun terutama di status jejaring sosial kita. sekali lagi ini hal yang sepele tapi sebetulnya penting.

4. Berusahalah untuk selalu tersenyum, lagi-lagi ini sepertinya sepele…, tapi tetap saja penting untuk selalu tersenyum…, sekecut apapun senyuman kita hehehehe, apalagi pada saat menghadapi masalah. penelitian membuktikan orang yang sedang sakit saja bisa sangat terbantu ketika sering terhibur dan tersenyum.., apalagi yang sehat…, senyum yang di maksud adalah untuk menetralisir pikiran kita dan bahwa “everythings will be Ok” di alam bawah sadar kita ketika terutama sedang dalam tekanan mental berjualan.

5. Ucapkan selalu rasa syukur, Sekecil apapun kebaikan yang kita terima biasakan untuk selalu mengucapkan rasa syukur, karna korelasi rasa syukur denga berfikir positif sangatlah erat dan akan terus membantu kita dalam menstimulus otak kita untuk terus berfikir positif.

Demikian beberapa tips ringan yang bisa saya sampaikan untuk menjadi Positif Mindset Generator yang terutama sangat di   butuhkan dalam pekerjaan kita sehari-hari sebagai Salesman.

Semoga bisa menjadi sedikit pencerahan  buat kita semua….

2 comments

  1. Amin semoga saya bisa mengamalkanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*