Ketika Pelanggan Mengatakan ” Tidak”

“Katakan Tidak…..”, katakan Tidak……..”, “Tidak………”, jika Anda ingat Iklan kata-kata tersebut sekitar lima tahun yang lalu… pasti kita ingat iklan apa itu…, yang mana endorser-endorsernya adalah orang-orang terkenal yang kemudian hari semakin terkenal karena berkasus di KPK… Hehehe… tapi nanti dulu, kali ini kita tidak akan membahas politik atau kasus korupsi, melainkan Tema arti “Tidak”, dalam pekerjaan sales sehari-hari.

Setiap Salesman pasti mengalami penolakan, dan tragisnya penolakan di Sales tidak selalu dengan kata-kata tidak, namun dengan bermacam cara dan alasan, dari mulai besok aja ya saya kabari lagi, maaf saya baru beli produk yang sama, ah.. kemahalan, sedang gak butuh, sampai alasan-alasan lainnya.

Dalam hal ini banyak para Motivator-motivator, serta trainer-trainer selalu mengingatkan kepada kita dengan resep ampuhnya bahwa penolakan-penolakan itu wajar adanya, dan kita sebagai sales harus tetap bersemangat dan harus tahan mental serta tetap berusaha agar tidak putus asa dan selalu positif menghadapi penolakan-penolakan tersebut. Hal tersebut adalah memang benar adanya, tanpa semangat yang tinggi dan mental yang kuat banyak salesman “tumbang” , tidak fokus dan menyerah di tengah jalan ketika bahan bakar motivasinya sudah habis.

Dari banyak Salesman yang saya temui, Salesman yang berhasil mengatasi banyak penolakan dan kemudian berhasil menjadi salesman yang sukses dengan salesman yang gagal ternyata dapat teridentifikasi dari beberapa faktor. Faktor-faktor ini yang saya kira penting untuk di ketahui dan di pelajari oleh Salesman agar dirinya bisa menjaga motivasi menjualnya dengan stabil, dan tidak tergantung untuk di motivasi oleh pihak-pihak luar seperti atasannya ataupun orang lain.

Apa saja faktor-faktor tersebut dan apa yang harus dilakukan?

1. Mindset

Yang di maksud mindset secara simple adalah pola berfikir atau cara berfikir, ya… seorang salesman yang mau bisa berhasil WAJIB merubah mindsetnya terhadap penolakan. ini sangat-sangat mendasar…, dalam pikiran kita penolakan harus di rubah dari tidak jadi membeli menjadi menunda membeli, ini punya efek yang sebetulnya sangat luar biasa jika kita menyadarinya, contoh terapannya adalah : Di bidang Spesialisasi Sales Industrial misalnya, seorang salesman yang sudah bersusah payah untuk mencari tau dan bertemu PIC / Contact Person, sudah bersusah payah untuk mendemokan barangnya, presentasi dll, kemudian ditolak, jika mindset Salesman itu adalah tidak jadi membeli, maka percayalah si Salesman pasti akan melupakan calon pelanggannya tersebut. namun demikian jika mindsetnya adalah menunda pembelian maka pikiran bawah sadarnya akan secara alami mengkonfirmasi bahwa si Salesman akan tetap melakukan keep in touch dengan pelanggan tersebut, entah melalui telepon basa-basi di kemudian hari, memberikan informasi melalui broadcast massage, dll. yang mana di masa depan ketika calon pelanggan butuh produk si salesman tersebut atau produknya yang lain dan dia mengingat sisalesman itu, maka pasti dia akan dihubungi terlebih dahulu.

Contoh lain di Spesialisasi Direct Sales. Ketika seorang Sales promotion didatangi seorang calon pelanggan, kemudian dirinya mencoba menjelaskan, kemudian menawarkan produknya kemudian terjadi penolakan, dan mindsetnya adalah tidak jadi membeli, maka sesaat kemudian  jika ada calon pelanggan baru yang datang semangatnya biasanya akan drop, menjadi kurang bersemangat melayani pelanggan tersebut dan akhirnya kemampuan terbaiknya dalam menjual pun tidak lagi muncul.berbeda ketika si salesman sudah merubah mindsetnya menjadi menunda membeli, setelah terjadi penolakan dan pelanggan baru datang, maka secara alami pikiran bawah sadarnya akan juga mengatakan “mungkin ini pembeli saya kali ini” yang kemudian juga akan  mempengaruhi performance pendekatannya kepada pelanggan tersebut menjadi lebih baik lagi.

2. Melatih Mesin Positif Generator kita

Di tulisan saya sebelumnnya Mengasah Positive Awarenes saya selalu katakan bahwa untuk dapat menjaga pikiran kita tetap positif maka  ada beberapa hal yang harus selalu dilatih, yaitu : 1. Biasakan untuk berkata hal-hal yang positif apapun itu. 2 Bertindak/mersepon positif  kepada semua orang, baik kepada teman, atasan, pelanggan atau kepada siapapun, 3. Selalu menuliskan  hal-hal yang positif, dll.., 4, Selalu tersenyum/bersikap ramah , 5. selalu merasa bersyukur.

Nah dalam hal ini penting kiranya kita menerapkan kelima hal tersebut diatas dalam kehidupan kita sehari-hari. Melatih mesin positif generator kita secara ajaib akan benar-benar membantu menjaga Mindset kita di point 1 diatas. dan jika di lakukan sehari-hari dan terus menerus maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang tidak akan terlepas dari diri kita. sangat tmungkin bahkan di kemudian hari kita bisa menjadi positif generator yang bisa menularkan positif mindset kita kepada orang lain.

3. Mensyukuri dan menghargai setiap keberhasilan kita

Moment closing buat setiap orang sales selalu menjadi moment yang istimewa, walaupun sudah berkali-kali closing namun setiap kita mendapatkan closing selanjutnya pasti tetap terasa berbeda, apalagi jika keberhasilan penjualan ini di dapatkan dengan perjuangan yang luar biasa.

Setiap kali Anda mendapatkan keberhasilan closing sales, maka selalu ingat moment-moment itu, perjuangannya, kegembiraannya, bahkan jika ada sedikit kesombongan dalam hati, maka itu sangat perlu diingat juga. mengapa ini menjadi penting?, Hal ini menjadi penting untuk mengingatkan kepada kita selalu bahwa setiap usaha menjual yang kita lakukan selalu ada tujuannya, sekali lagi saya ulangi, bahwa setiap usaha menjual yang kita lakukan selalu ada tujuannya. baik itu secara materi maupun emosional. dengan kita selalu mensyukuri dan menghargai kebrhasilan kita, maka setiap kita menghadapi penolakan pelanggan maka kita akan selalu mengingat bahwa ini semua adalah juga sebuah proses perjalanan, ya.., perjalanan untuk mencapai keberhasilan., dimana kita tetap sebagai orang yang paling menetukan apakah perjalanan tersebut akan terus berlanjut atau stop sampai disini.

Perlu selalu di sadari oleh setiap salesman, bahwa menghadapi penolakan-penolakan pelanggan adalah makanan sehari-hari bagi kita, jika di analogikan dalam pertandingan tinju, maka penlakan-penolakan pelanggan bisa sama dengan petinju yang kerap kali di pukul bertubi-tubi tanpa henti oleh lawannya. Nah.. dengan analogi ini juga lah kita harus juga menyadari, bahwa untuk dapat bertahan dari serangan-serangan tersebut maka si petinju harus dibekali tidak hanya teknik bertahan yang benar namun juga stamina dan latihan yang cukup, dengan demikian ulasan 3 faktor diatas tadi adalah resep latihan Anda sebagai Salesman untuk dapat bertahan dari pukulan-pukulan penolakan pelanggan yang berkata “tidak”.

Dalam hal ini sebetulnya saya juga ingin mengatakan bahwa menjadi salesman yang kuat dalam menghadapi penolakan pelanggan tidak dapat di lakukan dengan instant, tetapi juga harus dilatih secara konstan, dan jika kita bisa menerapkan ketiga hal diatas, maka percayalah, Kita bisa menjadi salesman yang tangguh….

Tidak Percaya? … silahkan Buktikan sendiri….

Have a nice & great Selling